Upah I DPRD Bontang Menimbulkan PT CSM Tidak Pokok Pecat Karyawan

TIMESINDONESIA, BONTANG – Tip I DPRD Bontang meminta PT Citra Setiawan Mandiri (PT CSM) tidak pokok pecat karyawan. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Bontang M Rusli, saat mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membawabawa Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan Bagian Umum Tata usaha Daerah (Setda) Bontang, Senin (08/03/2021).

“Tidak cukup satu bulan melayani evaluasi. Tidak serta merta harus memecat. Harus ada surat teguran terlebih awal, ” kata Rusli.

Rusli juga mengisbatkan, Disnaker dalam menyikapi permasalahan seperti ini perlu kasar agar permasalahan terkait tenaga kerja tidak terus menyimpang.

Rusli.jpg Anggota Komisi I DPRD Bontang, Rusli (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)

“Disnaker terlalu lembek. Disini (perannya) pengambil keputusan. Harus tegas tidak boleh tidak tegas, ” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Komisi I DPRD Bontang, yang juga menjadi arahan rapat menuturkan, pemberhentian kerja yang dialami 14 pegawai dibawah naungan PT CSM sebaiknya dievaluasi kembali.

“Adakan pertemuan (kembali) secara kekeluargaan. Barangkali tersedia titik temu, supaya tidak berlarut, ” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, apabila keduanya tak menemui titik temu. DPRD Bontang akan mengambil peranan untuk memediasi lanjutan.

Pun sejenis, dirinya berharap persoalan yang dialami oleh pekerja siap diselesaikan oleh Disnaker masa berunding nantinya.

CSM-Bontang-2.jpg Iklim Rapat Karyawan PT CSM bersama Komisi I DPRD Bontang (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)

Untuk diketahui, RDP itu di ikuti pula sebab 14 karyawan yang merasakan keberatan saat diberhentikan pada bekerja.

Salah seorang perwakilan karyawan, Irma Yanti mengungkapkan, pemberhentian tersebut tidak melalui perundingan terlebih dahulu, apalagi surat teguran.

“Tidak tersedia evaluasi langsung dipecat dan diganti baru. Padahal volume pekerja tidak berkurang, langgeng sama, ” ungkapnya.

Dari pihak PT CSM, M Jupri Daeng mengatakan pemberhentian tersebut dilakukan atas dasar evaluasi yang dilakukan pihaknya sejak Februari 2021.

Dalam penilaian tersebut, ditemukan adanya raport merah sehingga menjelma alasan untuk pemberhentian.

“Yang kami ukuran bukan hanya absensi, akan tetapi etika, kerapian dan beberapa hal lainnya. Maka keluarlah hasil tersebut, ” sebutnya.

Untuk diketahui 14 orang yang diberhentikan PT CSM terdiri lantaran 7 orang pengawas & sisanya adalah tenaga kegiatan yang bekerja sebagai Cleaning Service (CS). Total ada 21 orang, akan tetapi ada 5 orang dengan jelas sudah mengundurkan muncul dan tidak mengajukan lamaran. (*)