Tangkal Covid-19 dengan Buah Pisang dan Pepaya

Tangkal Covid-19 dengan Buah Pisang dan Pepaya

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid-19 di tanah air membuat banyak pihak fokus menangani virus tersebut. Selain upaya penyembuhan, hal pertama adalah meningkatkan imun tubuh. Banyak upaya yang dapat dilakukan buat menjaga diri dari serangan virus ini, di antaranya olahraga rutin dan mengonsumsi buah lokal sesuai pisang dan pepaya untuk mengelola imun tubuh.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan pentingnya menjaga kualitas buah lokal, bahkan menginginkan buah lokal sanggup merajai pasar ekspor. Sejalan dengan upaya tersebut, Ditjen Hortikultura mewujudkannya dalam bentuk program Gedor Horti (Gerakan Mendorong Produksi, Daya Bertentangan dan Ramah Lingkungan Hortikultura).

“Dengan demikian Kementerian Pertanian akan memperkuat budidaya buah, terutama varietas-varietas tertentu yang dibutuhkan masa ini seperti buah yang bisa meningkatkan kekebalan imun, seperti buah pisang dan pepaya, ” perkataan Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, Sabtu (7/11/2020).

Banana merupakan buah yang mudah ditemukan di pasaran. Mengonsumsi pisang secara rutin banyak memberi manfaat buat kesehatan tubuh. Buah pisang membangun tubuh untuk menyimpan cadangan kalsium, fosfor, serta nitrogen yang berlaku membangun perbaikan dan regenerasi jaringan pada tubuh.

Pisang mengandung serat yang cukup tinggi dan sejumlah antioksidan yang cara untuk tubuh. Buah pisang serupa sangat baik dikonsumsi oleh pokok hamil untuk membantu tumbuh kembang janin. Hal ini karena pokok pisang memiliki kandungan nutrisi bagaikan kalium dan juga asam folat.

Bila menghitung Nilai Kecukupan Gizi (AKG) dari banana berukuran sedang 118 gram, secara umum terdiri dari 9% potassium, 33% vitamin B6, 11% vitamin C, 8% magnesium, 10% tembaga, 14% mangan, 24 gram karbohidrat, 3. 1 gram serat, 1. 3 gram protein, 0, 4 gram lemak serta 105 kcals.

Buah lain yang dapat meningkatkan imunitas tubuh ialah pepaya. Pepaya merupakan tanaman yang bagian daun dan buahnya sangat bermanfaat bagi tubuh. Pepaya menyimpan antioksidan yang disebut dengan beta karotenoid yang diperlukan untuk memajukan sistem kekebalan tubuh dari di dalam. Buah ini dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati gangguan terusan cerna, infeksi usus, obat penenteram dan diuretik. Sementara daunnya dipercaya berkhasiat sebagai obat.

Gizi dalam pepaya berukuran mungil dengan berat 152 gram memiliki 59 mg kalori, 15 gram karbohidrat, 3 gram serat, 1 gram protein. Apabila dilihat daripada total kebutuhan tubuh dalam sehari, papaya memiliki 157% total hajat vitamin C, 33% total vitamin A, 14% dari total folat yang dibutuhkan tubuh, 11 % kalium termasuk beberapa kandungan asing seperti kalsium, magnesium, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B5, vitamin E dan vitamin K.

Menurut data ATAP 2019, produksi pepaya mencapai 986. 991 ton dengan jumlah tingkat konsumsi sebanyak 3, 02 kg/kapita/tahun. Sedangkan produksi pisang mencapai 7. 280. 659 ton dan rata-rata jumlah konsumsi sebanyak 5, 10 kg/kapita/tahun.

“Dengan membeli & mengkonsumsi buah lokal yang mampu kandungan gizi dan vitamin oleh sebab itu otomatis dapat meningkatkan imun tubuh sekaligus mengikuti meningkatkan kesejahteraan petani kita, ” ujar Liferdi.

Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman menyatakan, produksi buah-buahan lokal sangat beragam dan melimpah. Buah lokal sangat mudah didapatkan baik di pasar tradisional, kios buah maupun supermarket. Mengonsumsi pokok lokal sangat baik terutama pada masa pandemi ini.

Kandungan buah lokal segar serupa pisang lokal maupun olahan sangat baik untuk meningkatkan imun awak sehingga dapat menangkal Covid-19. “Saat ini minat masyarakat akan buah lokal semakin meningkat. Kita berharap slogan masyarakatnya sehat, petaninya sentosa segera terwujud, ” tandas Liferdi. (*)