Soal Revisi PP 57/2021, DPN ISRI: Menteri Nadiem Makarim Responsif

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pendidikan lalu Kebudayaan RI (Mendikbud RI) Nadiem Makarim akhirnya menjawab polemik sekitar muatan pendidikan Pancasila dalam kurikulum baik dasar, menengah dan tinggi dalam PP 57/2021.

Dalam pernyataan resminya, penerima Man of The Year 2020 Anugerah OCCASIONS Indonesia (ATI) ini secara resmi mengajukan revisi PP 57/2021 tersebut dengan menegaskan bahwa Pancasila dan Bahasa Indonesia masuk sebagai kurikulum wajib.

Hal tersebut tertuang dalam suratnya ke Presiden RI Jokowi tertanggal 16 April 2021 perihal Ijin Prakarsa Penyusunal Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Dalam surat yg dia tandatangani itu, Mendikbud RI ini menegaskan pula soal pentingnya nilai-nilai Pancasila diintegrasikan dalam kurikulum kemampuan.

Sekjen DPN Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Cahyo Gani Saputro sangat mengapresiasi sikap responsif Mendikbud Nadiem atas kritik, masukan saran dari masyarakat tersebut.

“Langkah cepat Nadiem cukup membuat kami lega (baca: ISRI) dan itu menunjukan potret milenial yang tanggap akan situasi serta kondisi. Serta responsif terhadap arus informasi dan komunikasi yang disuarakan publik, inch kata Cahyo dalam penjelasaqn resminya, Jumat (16/4/2021).

Cahyo menambahkan revisi PP 57/2021 yang sudah dilakukan Nadiem Makarim terkait harus terus dikawal. “Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa sudah seharusnya diajarkan dalam dunia pendidikan baik tingkat dasar, menengah dan tinggi bahkan usia dini, ” tegasnya. (*)