Pilwakot Mataram 2020, Selly: Penyandang Disabilitas Berhak Dapat Pendidikan Yang Baik

TIMESINDONESIA, MATARAM – Bahan Calon Wali Kota di Pilwakot Mataram 2020, Hj Putu Selly Andayani menggelar dialog interaktif secara kelompok penyandang disabilitas tuna pendengaran di Kota Mataram dan sekitarnya.

Dialog interaktif tersebut dipandu penerjemah, Ema Ramdani dengan menggunakan bahasa isyarat, di rumah Hj Selly di Jalan Panji Masyarakat, Kota Mataram, Sabtu (8/8/2020) malam.

Selly secara langsung menyerap masukan dan keluhan dari penyandang disabilitas, terkait keluhan mereka selama ini dan sejauh mana mereka mendapatkan akses yang setara terhadap kehidupan mereka dalam Kota Mataram.

“Untuk menjadi calon Wali Kota Matarm bunda ingin menyerap aspirasi apa yang nanti akan bunda laksanakan kalau bunda terpilih menjadi Wali Kota. Kalau ada kurang pada bisa disampaikan ke bunda, ‘ kata Hj Putu Selly Andayani di hadapan belasan disabilitas yang hadir.

Selly selalu mengungkapkan dirinya berpasangan dengan TGH Abdul Manan untuk maju dalam Pilkada Kota Mataram. Ia mengatakan, akan menjadikan Mataram sebagai tanah air yang ramah dan inklusif terhadap kelompok disabilitas.

“Bunda ingin silaturahim ini terus berjalan sampai kapanpun, ” imbuh bahan Walikota Idola dengan jargon Mataram Berkah dan Cemerlang ini.

Turut hadir juga Pemimpin Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Geratin) NTB, Edi Suciarman dan Ketua Geratin Kota Mataram Ahmad Fikri Hidayat.

Sementara, beberapa kelompok disabilitas memberikan keluhan dan masukan kepada calon Wali Kota yang diusung koalisi PDIP-PKS tersebut. Beragam petunjuk mereka berikan dengan menggunakan kode isyarat yang langsung diterjemahkan oleh penerjemah yang disediakan.

Mereka mengeluhkan sarana informasi serupa siaran televisi yang tidak merancang subtitle atau teks penerjemah, mewujudkan mereka kesulitan mengakses informasi maupun hiburan.

Banyak data yang cukup penting, namun malah tidak ramah bagi kelompok disabilitas seperti tunarungu karena tidak menyimpan penerjemah.

“Karena penderita tuna rungu mengandalkan visual. Buat acara TV perlu ditambahkan subtitle agar kami bisa memahami dan menangkap pesan siaran Televisi tersebut, ” kata Zaini, seorang penderita tuna wicara.

Selain itu, soal pendidikan formal selalu masih menjadi kendala bagi disabilitas. Mereka mengeluhkan soal akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Menanggapi itu, Selly berjanji bakal memfasilitasi mereka menempuh pendidikan halal, sehingga hak mendapatkan pendidikan dengan baik dapat terwujud.

“Jika kami (Selly-Manan) menang dalam Pilwakot Mataram 2020 akan jadi perhatian khusus pendidikan formal kalian. Kumpulkan saudara-saudara kita (penyandang disabilitas), nanti kami yang menyiapkan fasilitasnya. Karena semua punya hak yang sama di NKRI ini, ” kata Hj Putu Selly Andayani. (*)