Pilot Angkutan Umum di Surabaya Ikuti Ajang Pemilihan Sahaya Yasa Teladan 2021

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membuka pemilihan Aku Yasa Teladan Tahun 2021 tingkat kota yang berlaku di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) lantai 2, Rabu (7/4/2021). Pemilihan ini berniat untuk meningkatkan kesadaran pengemudi angkutan umum tentang tata tertib berlalu-lintas.

Dengan demikian diharapkan mampu melahirkan keselamatan, ketertiban, kelancaran dan memberikan pelayanan baik kepada pengguna jasa angkutan.

Dalam sambutannya, Pemangku Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, apabila pengemudi ataupun driver di Surabaya santun dalam berkendara, maka kemacetan itu tidak akan berlaku. Karenanya, dia ingin supaya Abdi Yasa Teladan itu ke depan dapat menjelma contoh bagi warga Surabaya lain.

“Makanya saya berharap betul kepada panjenengan (anda) semuanya. Panjenengan harus dapat memberikan contoh, dapat menjadi teladan bagi masyarakat Surabaya, ” kata Cak Eri sapaan lekat Wali Kota Surabaya.

Eri-Cahyadi-2.jpg

Pada momen tersebut, dia juga menjelaskan, kalau saat ini hampir seluruh sektor usaha di Surabaya terdampak pandemi Covid-19. Tidak terkecuali sektor transportasi dengan berdampak pada pendapatan driver atau pengemudi. Oleh karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berusaha agar bagaimana driver dapat memperoleh pendapatan dengan layak setiap bulannya.

“Tadi saya sampaikan ke Pak Irvan (Kepala Dishub Surabaya), sopir di Surabaya ini berapa karakter yang ber-KTP Surabaya. Kita bisa lihat pendapatannya berapa. Dari situ, kita mampu nge- range . Sehingga, kita bisa menolong berapa, nanti kita kurang, ” katanya.

Oleh karenanya, Cak Eri menginstruksikan kepada jajaran Dishub Surabaya agar mendata total driver yang terdampak pandemi Covid-19. Bagi dia, pemkot harus selalu hadir dalam tengah masyarakatnya yang membutuhkan.

“Pemerintah kota harus peka dengan menganjurkan bantuan. Karena, program hamba, pendapatan keluarga harus bertemu dengan UMK (Upah Minimum Kota). Kalau ada kesibukan yang besar, mungkin kita alihkan dulu ke sana, ” jelas dia.

Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya berasal dari pajak dengan dibayarkan masyarakat. Tentu PAD ini juga harus bisa bermanfaat untuk warga Surabaya. Namun, karena pandemi, otomatis PAD Surabaya juga menimbrung menurun. Makanya, dia ingin agar pemanfaatan PAD itu diutamakan dulu untuk memajukan kesejahteraan warga.

“Biarkan masa pandemi terpecahkan dahulu. Pemkot tirakat, rencana dikurangi. Apa yang mampu kita berikan kepada masyarakat kita dulu. Setelah pandemi berakhir (proyek) kita jalan, ” papar dia.

Cak Eri meminta, setelah lebaran tahun 2021 dan pendataan rampung, driver atau pengemudi di Surabaya bisa segera mendapatkan intervensi dari pemkot. Terutama mereka yang pendapatannya terdampak karena pandemi Covid-19.

“Semoga kalau ini bahan selesai dihitung, kalau dasar ada yang perlu di- split , kita akan split . Semoga, harapan kami pribadi, kalau (uangnya) tersedia, sopir bisa langsung disentuh (intervensi) semua. Mohon doanya, ” ujarnya.

Eri-Cahyadi-3.jpg

Intervensi yang dimaksud Cak Eri adalah bagaimana bantuan dibanding pemkot itu tidak beserta merta hanya diberikan. Akan tetapi, bagaimana memberdayakan warga terdampak itu agar pendapatan pada setiap bulannya layak, minimal UMK Surabaya.

“Misal nelayan kita kasih order di Perahu Kali Akang. Ada yang di Mangrove, kita pekerjakan di sana. Jadi, tidak tambahan (uang) serta merta yang kita kasihkan. Tapi bagaimana mereka menambah pekerjaan dan kita memberikan sesuatu, ” terang dia.

Makin, Cak Eri juga melahirkan, pemkot bakal mendapat sandaran 126 unit bus dari pemerintah pusat. Tentunya, ke depan pemkot membutuhkan pengemudi dan helper untuk mengoperasikan bus tersebut. Dia pula berinisiatif agar driver ataupun pengemudi di Surabaya bisa diberdayakan bekerja di kian.

InsyaAllah kita bakal ada bantuan 126 unit bus dari negeri pusat. Nanti mungkin mampu dipekerjakan di sana menjadi driver dan helper , diambil yang teladan, ” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudrajad berharap, pemilihan Sahaya Yasa Teladan ini dapat berimbas atau berimplikasi dalam ketertiban di jalan. Abdi Yasa Teladan yang terpilih di tingkat kota, bakal mewakili level provinsi & berlanjut di tingkat nasional.

“Tujuan sejak Abdi Yasa Teladan itu adalah memberikan wawasan kepada driver. Baik driver pikulan umum, meliputi bus kota, taksi, angkutan pariwisata. Kita lakukan setiap tahun, & diharapkan mereka menularkan ke teman-temannya, ” kata Irvan.

Selain tersebut, kata Irvan, para Aku Yasa Teladan ini tidak hanya diharapkan dapat menularkan wawasannya itu hanya sebatas terkait Undang-undang lalu lin. Tapi bagaimana mereka dapat memberikan pemahaman kepada rekan-rekannya tentang bahaya narkoba, kesejahteraan di jalan, kelaikan instrumen, hingga pengetahuan psikologi.

“Sebab, driver tidak hanya harus (memiliki) wawasan tentang kelalulintasan. Tapi pula psikologis driver -nya kita petakan. Dan, ini diharapkan berimbas pada rekan-rekan kerjanya. Oleh karena itu ini tujuan utama diadakan Abdi Yaksa Teladan, ” jelas Irvan.

Pada pelaksanaan tahun 2021 ini, Irvan menyebut, penetapan Abdi Yasa Teladan diikuti sebanyak 75 orang driver . Itu terdiri dari 23 pilot taksi, 30 pengemudi mikrolet, 15 pengemudi bus kota, 3 pengemudi angkutan barang, serta 4 pengemudi angkutan pariwisata.

“Teman-teman driver adalah stakeholder dengan sangat penting ada di ujung tombak pelayanan angkutan umum dan keselamatan dalam jalan. Mereka secara bertahap diharapkan dapat menularkan ilmunya ini kepada teman-temannya, ” tutupnya dalam penganugerahan Abdi Yasa Teladan. (*)