PHBI dan Kemenag Morotai Izinkan Shalat Idul Adha, Ini Syaratnya

TIMESINDONESIA, MOROTAI – PHBI atau Panitia Hari Besar Islam dalam rapat koordinasi bersama Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Pulau Morotai memutuskan penyelenggaraan shalat Idul Adha secara terbuka dilaksanakan di masjid desa masing-masing.

Ketua PHBI Pulau Morotai, Muhammad M Kharie, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Kamis (30/7/2020) mengatakan, dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru atau new normal shalat id di lapangan terbuka misalnya tahun sebelumnya sudah bisa diterapkan. “Hanya kondisi saat ini musim hujan, atas pertimbangan itu, kami tetapkan sholat di masjid masing-masing, ” ucapnya.

Kepala Kemenag Pulau Morotai, H Hasym Hi Hamzah menambahkan, keputusan ini merujuk pada surat edaran kementerian agama (Kemenag RI) Nomor: B- 262/Kk 27. 04/BA. 01/07/2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban Tahun 1441 H/2020 M

Ditegaskan, dalam Surat Edaran Menteri Petunjuk Republik Indonesia penyelenggaraan kegiatan shalat Idul Adha dibolehkan untuk dilakukan di lapangan, masjid atau ruangan dengan persyaratan menyiapkan petugas untuk proses dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan. Selain itu, panitia harus menyediakan sarana cuci tangan, sabun, hand sanitizer di pintu atau jalur log in keluar. Kemudian mengatus pembatasan jarak oleh memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter, dan mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat serta rukunnya.

Selain tersebut, penyelenggara memberikan imbauan kepada penduduk tentang protokol kesehatan pelaksanaan shalat Idul Adha yang meliputi; jamaah dalam kondisi sehat; membawa sajadah atau alas masing-masing; menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan dan menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.

Untuk penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memenuhi persyaratan diantaranya pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik; Pendistribusian daging hewan kurban diterapkan oleh panitia ke rumah mustahik.

Sekda M Kharie menambahkan, seluruh pejabat daerah juga shalat Idul Adha di masjid masing. Namun, usai shalat ada acara open house yang digelar Wakil Bupati bersama Bupati Pulau Morotai. (*)