Mobilisasi Orkestrasi Kampus Merdeka Merajut Keberagaman

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kampus Merdeka diluncurkan oleh pemerintah di dalam bulan Januari 2020 dimana merupakan kelanjutan dari program Merdeka Bersekolah sebagai payung besarnya. Kampus Merdeka membuka ruang bagi Perguruan Tinggi untuk mengembangkan diri khususnya dalam rangka mendekatkan mahasiswa untuk beradaptasi terhadap perkembangan kehidupan masyarakat dengan sangat cepat perubahannya.

Kampus Merdeka mengusung empat kebijaksanaan di lingkup Perguruang Tinggi yakni sistem akreditasi Perguruan Tinggi berkelakuan otomatis bagi yang mengajukan reakreditasi, hak belajar tiga semester diluar prodi bagi mahasiswa, otonomi Madrasah Tinggi dalam pembukaan prodi mutakhir dengan persyaratan tertentu kemudahan untuk PTN untuk menjadi PTN Lembaga Hukum (PTN-BH).

Program Kampus Merdeka tersebut diharapkan bisa melahirkan lulusan yang mengusai Menimba Pengetahuan dan Teknologi secara komprehensif tidak semata-mata disiplin ilmu prodinya saja. Hak Mahasiswa untuk bersekolah satu semester diluar prodi di dalam kampusnya dan dua semester pada luar kampusnya diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi yang sesuai kebutuhan asosiasi.

Program Kampus Merdeka dikumandangkan pada saat ini dimana revolusi industry 4. 0 cukup berjalan. Menurut Merkel, Revolusi 4. 0 adalah keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan pabrik konvensional (Wikipedia). Revolusi Industri 4. 0 menekankan kepada kecepatan & ketersediaan informasi dengan enam dasar utamanya yaitu Artificial Intenlligence , Internet of Things , Cloud , Super Apps dan Broadband Network .

Kampus merdeka pada kurun revolusi industry 4. 0 tak boleh mengabaikan pemanfaatan kecepatan teknologi informasi dalam mendukung pelaksanaanya. Terkhusus untuk meresonansikan berbagai aktivitas kesibukan dan nilai yang dapat dibangun dari kegiatan yang terselenggara lupa satunya adalah nilai-nilai mengenai kesadaran akan keberagaman yang ada dalam NKRI. Indonesia kaya akan keberagaman baik wilayah, suku bangsa serta budaya, agama, ras, golongan, macam kelamin.

Kesadaran hendak keberagaman harus terinternalisasi bagi seluruh anak bangsa khususnya bagi generasi penerus. Pelaksanaan Kampus Merdeka menggelar ruang untuk merajut keberagaman secara Pancasila sebagai penuntunya. Ada prodi dari 5 PTN bersinerji melakukan Kampus Merdeka dengan membentuk klub, kelima PTN berasal dari 5 pulau yang berbeda yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali (Kompas) dengan mengabaikan cluster pemeringkatan. Lebih mudah untuk bersinerji di mewujudkan Kampus Merdeka antara sesama PTN atau antara sesama PTS, sesama PTN dan PTS serupa mungkin berdasarkan cluster pemeringkatan dengan sama.

Langkah bertambah ideal apabila filter untuk bersinerji mewujudkan Kampus Merdeka bisa dieliminir sesuai dengan persyaratan akademik sekadar seperti akreditasi prodinya sama. Kampus merdeka bisa mewujudkan sinergi kurun Perguruan Tinggi dengan berbagai latar belakangnya, misalnya antara sesama PTN dengan mengabaikan pemeringkatan, antara PTN dengan PTS, sesama PTS dibanding warna yayasan yang berbeda misalnya antara PTS dibawah Asosiasi Sekolah tinggi Katolik (APTIK) dengan PTS dibawah yayasan Muhamadiyah, antara Perguruan Tinggi pada pulau yang satu secara pulau yang lainnya. Diharapkan Kampus Merdeka tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa dari nuansa pengetahuan dengan berbeda tetapi juga memperkuat kesadaran atas keberagaman di Indonesia dan akhirnya memperkuat rasa kebangsaan.

Mahasiswa sebagai generasi penerus perlu dibekali kesadaran akan kepelbagaian untuk memperkuat pondasi NKRI dimasa mendatang. Tugas berikutnya bagaimana Mobilisasi Orkestrasi pelaksanaan Kampus Merdeka pada masyarakat yang sudah saling terhubung ( hyperconected society ). Mobilisasi Orkestrasi salah satunya dilakukan dengan membuat tagar pemberitaan yang menggambarkan indahnya jalinan membiasakan bersama diantara mahasiswa dengan berbagai latar belakang yang berbeda agar dapat mengeliminasi berbagai berita yang berniat untuk memudarkan persatuan bangsa.

Mobilisasi Orkestrasi adalan terminologi dalam bukunya Rhenald Kasali (2019) yang menggambarkan pemanfaatan teknologi keterangan pada era revolusi industry 4. 0 untuk dapat masuk ke alam pikiran atau menggerakan umum yang sudah saling terhubung. Pengamalan Kampus Merdeka juga harus mampu memanfaatkan pilar-pilar utama dalam revolusi 4. 0 guna menggelorakan kesadaran akan keberagaman serta tidak hanya bagi mahasiswa atau Perguruan Mulia yang bersangkutan tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Bahkan bisa tersampaikan kepada umum internasional tentang betapa indahnya keberagaman Indonesia. Mahasiswa mengalami secara tepat kehidupan keberagaman maka masa pendahuluan bangsa di tangan generasi penerus yang akan membuat tersenyum seluruh anak bangsa dengan wawasan kewarganegaraan nasional yang kuat, semoga. (*)

*) Penulis adalah N. Akhlak Arianto Wijaya, Staf Pengajar Fakultas Hukum (FH) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia. co. id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini pada TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Lama naskah maksimal 4. 000 leter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Menjepret diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Tulisan dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.