Merasa Saturasi Oksigen Rendah, Lakukan Salat TasbihÂ

Merasa Saturasi Oksigen Rendah, Lakukan Salat TasbihÂ

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Sujud pada Islam merupakan salah satu gerakan dalam salat yang memiliki makna kepasrahan diri. Manfaat sujud telah banyak dijelaskan oleh para spesialis kesehatan melalui literatur. Sementara dengan medis, sujud membantu aliran oksigen ke otak. Sujud atau tindakan proning position (gerakan menyerupai sujud) saat ini telah membantu menyambut kekhawatiran ketika saturasi oksigen nista.

“Proning position menolong ventilasi pernapasan supaya oksigen dengan masuk dalam tubuh lebih penuh, ” terang Penanggungjawab RS Lapangan Indrapura, Laksamana Pertama dr. I Memuja Gede Nalendra Djaya Iswara, SP. B, Sp. BTKV (K).

Bagi seorang muslim, mampu melakukan salat tasbih. Selain lebur dalam ibadah sunnah, durasi sujud yang cukup lama juga memaksimalkan aliran oksigen. Banyaknya bacaan tasbih dapat dijadikan amalan pengampun kekhilafan.

Dilansir dari Tirto. id, salat tasbih berjumlah 4 rakaat. Dapat dilakukan pada terang hari atau malam hari. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar memilah pengerjaan salat tasbih pada terang hari dan malam hari. Pada hal ini, salat tasbih terang hari dapat dikerjakan dengan dua metode, yaitu 4 rakaat sekadar salam atau 4 rakaat 2 kali salam (2 rakaat menetapkan 2 rakaat). Sementara itu, salat tasbih malam hari dikerjakan 2 rakaat demi 2 rakaat.

Imam Nawawi menyebutkan, “bila salat dilakukan pada malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila (dilakukan) pada siang hari maka bila mau bersalam (daalam dua rakaat) dan bila mau oleh sebab itu tidak bersalam (dalam dua rakaat). ”

Seperti dengan disebutkan dalam hadist tersebut, doa tasbih yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada paman beliau, Abbas bin Abdul Muthalib diisi tasbih 300 kali yang dibagi ke dalam empat rakaat. Dengan begitu, setiap rakaat seseorang akan membaca 75 kali tasbih.

Jumlah 75 kali tasbih tersebut dibagi-bagi kembali ke dalam pada setiap gerakan salat. Setelah membaca Surat Al-Fatihah dan surat pendek, pelaku salat tasbih membaca tasbih 15 kali.

Setelah itu, usai tasbih rukuk, iktidal, tasbih sujud pertama, duduk di antara dua sujud, tasbih sujud kedua, dan duduk istirahat sebelum berdiri melanjutkan rakaat, pelaku salat membaca tasbih 10 kali dalam setiap gerakan tersebut.

Menurut Pengasuh Jambar Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Peterongan, Jombang, KH Zahrul Azhar Asumta, setiap gerakan dalam salat memiliki sisi konektivitas jarang medis dan religi. Durasi sujud yang cukup lama dalam salat tasbih, memberi banyak manfaat.

“Kalau dari sisi medis logikanya otak juga butuh asupan udara, asupan darah. Dengan letak seperti itu ada sirkulasi dengan terjadi pada saat posisi sujud, ” ungkapnya, Minggu (3/1/2021).

Sementara dalam Islam, sujud adalah posisi kepasrahan yang memutar rendah. Posisi kepasrahan tidak tersedia lagi selain sujud. Kepasrahan yang total kepada Sang Pencipta.

“Kalau kita sering bersujud, artinya kita semakin berserah muncul kepada Allah. Mestinya lebih mampu menerima keadaan, ” ucap buya muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut.

Sujud adalah bentuk tawakkal setelah metode ikhtiar. Jadi ketika ikhtiar telah dilakukan, maka tidak ada teristimewa selain tawakkal alallah. Tawakkal menggunakan doa, melalui gerakan dalam Agama islam, tidak ada gerakan yang memutar merendahkan diri kita di depan Tuhan selain sujud.

Dalam pandangan medis, waktu sujud yang baik bisa dilakukan zaman tengah malam. Jika dikupas lantaran sisi religiusitas, pada sepertiga malam konsentrasi pikiran manusia tidak mungkin terpecah.

“Misal kita beribadah di jam kerja, tersebut kan nggak fokus. Ketika ada di sepertiga malam, Allah selalu sudah menjanjikan waktu yang terkemuka di sepertiga malam itu. Dibanding sisi logikanya, mestinya di sepertiga malam orang sudah nggak bekerja hal-hal lain lagi. Sujudnya itu totally sujud, ” ungkap Gus Hans menambahkan.

Namun, Gus Hans mengingatkan agar menyelenggarakan salat dengan niat salat semata. Tetapi setiap tindakan yang Tuhan berikan pada manusia pasti tersedia manfaatnya.

“Namun tidak boleh niat salat karena gerak. Tapi fadilahnya salat itu memperoleh kesehatan, itu nggak ada masalah, ” tandasnya. (*)