Menyelundup Kota Kediri, Pendatang Harus Jadi Jalani Observasi

Menyelundup Kota Kediri, Pendatang Harus Jadi Jalani Observasi

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Negeri Kota Kediri memperketat akses masuk ke wilayahnya sebagai upaya mencegah penyaluran virus Corona atau Covid-19. Siapapun yang masuk wilayah Kediri sejak luar kota akan menjalani penelitian ketat hingga melalui observasi gaya kesehatan di PSDKU Polinema Kediri Kampus 1.

Semua pengikut yang turun dari kereta & bus, kami lakukan observasi disini, ” kata Nur Khamid, Pemimpin Tim Terpadu Penanganan Observasi Covid-19, Sabtu (11/4/2020).

Aparat gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan TNI/Polri menjaga Terminal Tamanan dan Stasiun Kediri untuk menyoroti penumpang yang datang dari sungguh kota.

Datang ke ruang observasi, penumpang masuk ke bilik sterilisasi kemudian diarahkan aparat untuk cuci tangan. Setelah cuci tangan, masuk ke ruang pemeriksaan. Di sana sudah ada aparat berbaju APD yang akan menyimpan dan memeriksa kondisi penumpang. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, gejala, serta riwayat perjalanan.

Setelah selesai, penumpang akan masuk ke ruang observasi. Menurut Nur Khamid, penumpang akan tinggal di sini selama 1 hari hingga 14 hari sambil menunggu perkembangan. Masa tidak ada gejala dan bugar, bisa melanjutkan perjalanan. Bila tersedia gejala misalnya demam, batuk, dan tenggorokan sakit akan dirujuk ke Puskesmas dengan diantar mobil aparat.

“Kalau ada keperluan sangat penting dan kondisi segar, penumpang bisa melanjutkan perjalanan secara surat keterangan, ” tambah Ruqiyati, Kasi Pelaksanaan Kegiatan Observasi.

Selama di ruang penelitian, petugas menyediakan makanan tiga kala sehari dan juga ruang bubar ber-AC. Satu ruang terdiri lantaran 8 orang dengan matras terbaring yang tebal dan sprei yang selalu diganti. Total ruang yang tersedia sebanyak 11 ruang.

Sejak ruang observasi ini dibuka pada 3 April 2020 sudah mengobservasi 500-an orang. Penumpang tak hanya dari kereta dan bis, tapi juga yang mengendarai kendaraan pribadi. Mereka dengan kesadaran sendiri datang ke ruang penelitian untuk memeriksakan diri.

Hal menggembirakan selain tumbuhnya kesadaraan, juga tumbuhnya solidaritas warga molek perorangan maupun pengusaha. Baru-baru ini, Ruang Observasi menerima sumbangan 10 lembar matras lengkap dengan sprei dan bantal dari Paradiso, gerai mebel di Kota Kediri.

Selain itu, warga selalu menyumbang sebagai bentuk kepedulian buat pencegahan penyebaran Covid-19 melalui Satpol PP. Sumbangannya beragam, mulai daripada makanan hingga sabun untuk basuh tangan. (*)