Menikmati Sensasi Kuliner di Pusat Perkebunan Karet Mandalare

TIMESINDONESIA, BANJAR – Berinovasi di tengah terpuruknya berbagai sektor ekonomi kelanjutan dampak pandemi adalah salah satu cara yang dilakukan para pelaku UMKM untuk lestari berkarya dan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Salah satu permutasi yang dilakukan Tutur, secara mengembangkan sektor wisata kuliner di tengah perkebunan longgar Mandalare, PTPN Batulawang VIII.

Umumnya para pelaku UMKM berburu letak strategi di pusat tanah air, namun Tutur, salah satu pelaku UMKM asal Tempat Sinartanjung kecamatan Pataruman punya konsep lain dengan membuat Cafe di tengah belantara perkebunan karet.

Perkebunan Karet Mandalare 2

Bermula dari warung kopi umum, kemudian semakin banyaknya tamu yang berdatangan akhirnya menginspirasi Tutur untuk mendirikan joglo-joglo di atas tanah perkebunan.

Kawasan tersebut dinamainya dengan Madasari Coffee. Menu yang saat ini tersedia kurun lain nasi liwet, ayam dan ikan bakar, karedok, aneka camilan, es kelapa, kopi dan yang lain.

Biasanya, tamu yang datang di akhir pekan akan disuguhi live musik sehingga pengunjung dapat menikmati hidangannya di tengah alam terbuka dengan buaian musik yang bisa disesuaikan dengan keinginan kita.

Sandy, pengelola kafetaria tersebut mengatakan bahwa Madasari didirikan sejak 6 bulan yang lalu dan tetap ramai dikunjungi pembeli sebab berbagai daerah.

“Sehari, paling sepi kami melayani 30 sampai 40 pengunjung. Apalagi di simpulan pekan biasanya pengunjung muncul dari mana-mana, ” ujarnya.

Karena sedang dalam masa pandemi, Sandy mengatakan saat ini tanda operasionalnya masih dibatasi.

“Kami buka dibanding pagi sampai sore & menyesuaikan protokol kesehatan sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, ” paparnya.

Perkebunan Karet Mandalare 3

Sifat Madasari Coffee Mandalare itu rupanya menjadi lokasi persinggahan favorit para komunitas sepeda atau motor trail.

Seperti halnya komunitas goes Sarasa alias sepeda rabu dan sabtu asal Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Rombongan ini tampak asik menikmati hidangan makan terang usai mengayuh sepeda.

Budiyanto, salah satu perwakilan komunitas tersebut mengucapkan bahwa Madasari adalah persinggahan yang cocok dijadikan tempat beristirahat sambil menikmati kuliner di tengah alam dengan menyuguhkan jejeran pohon longgar itu.

“Kami sudah beberapa kali teduh ke sini karena lokasinya yang teduh dan makanannya yang enak untuk kita santap bersama sambil menikmati alam perkebunan, ” bebernya.

Selain menikmati kuliner, Madasari Coffee selalu menyediakan penyewaan ATV & motor Trail untuk menjelajahi alam Mandalare dengan daerah jalan yang sudah disiapkan. Bagi Anda yang punya hasrat berpetualang di alam terbuka, menikmati kuliner dalam tengah perkebunan karet Mandalare ini tentu sangat cocok dikunjungi masa berada di Kota Banjar. (*)

Komunitas Trail rebah belakang dalam Madasari Coffee. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)

Sandy, pengelola kafe. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)