Menerima Bulan Suci Ramadan 1442H

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Semua orang pasti mempunyai hari atau bulan dengan spesial dalam hidupnya. Beberapa hari lagi kini akan jumpa dengan bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Sapa yang tidak rindu. Tetap semua umat muslim mau berbondong-bondong menyambut dengan betul bahagia, dengan datangnya kamar yang spesial ini. Mari kita persiapkan dengan sungguh-sungguh karena kita tidak pernah tahu akankah bisa berjumpa lagi dengan bulan Bulan berkat. Semoga dengan jarak dengan tak lama lagi umur kita bisa sampai kedalamnya.

Sebagaimana perintah suci Baginda Nabi Muhammad Saw “barang siapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadan maka Allah mau mengharamkan jasadnya disentuh obor neraka. ” Bayangkan sekadar hanya sekedar bahagia, senang, dengan datangnya bulan Bulan berkat, tuhan menjauhkan kita daripada apa neraka. Apalagi kita benar-benar melakukan amalan dengan lainnya. Tentu semua mau dilipatgandakan oleh Tuhan dengan maha esa.

Mari merenung kembali, sudahkah kita di bulan Bulan berkat tahun lalu benar menyelenggarakan aktivitas yang tidak gegabah. Sehingga bisa kita jiplak pelajaran pada bulan Bulan berkat kali ini. Jangan sampai kesalahan kemarin terjadi teristimewa di tahun ini. Kabarnya tahun Ramadan kesempatan ini, 2021 masih sama dengan tarikh lalu, masih ada virus Covid19, dengan begitu kita tidak boleh lengah. Karena dalam bahasa kerennya: kita sudah terbiasa tahun lalu, jadi tahun ini kita tidak takut lagi.

Walaupun tahun tersebut masih ada beberapa masjid masih di tutup, tetap membuat kita akan semakian rindu ke masjid. Jangan sampai kita tidak cita berkumpul. Justru dengan melangsungkan semuanya di rumah kita dapat mengambil pelajaran yang besar, tanpa mengurangi balasan sedikitpun dari Tuhan. Dengan berniat ingin ke masjid di catat kemasjid, dengan berniat ingin silaturahim di catat begitu, sampai seterusnya.

Kebiasaan saya setiap sore jalan-jalan mencari buka pertarakan. Namun di tahun lalu semuanya tutup, bahkan kita tak bisa menikmati kultur kita, namanya: cari suangi. Selalu dilakukan setiap burit sambil menunggu datangnya sibak puasa. Kebiasaan saya serta teman-teman di sore hari sepertinya akan terulang kembali pada tahun ini. Tidak akan ada yang namanya cari malam. Ya tidak apa. Saya harus lestari kuat dan tegar.

Ada dua kesenangan dalam puasa. Pertama kesenangan ketika berbuka puasa. Ke-2 ketika bertemu dengan Rabnya. Sungguh bau mulut karakter yang berpuasa lebih harus disisi Allah daripada aroma minyak kasutri (Hadis tambo Bukhari No. 1904, 5927 dan Muslim No. 1151. Semoga kita semua di lindunggan-Nya.

Marhaban ya Ramadan. Allahuakbar walillahilham. Selamat menyambut bulan kudus Ramadan 1442 H, Harap maaf lahir dan moral.

***

*)Oleh: Muhammad Budi Nur Isnaeni M. Pd; Penulis Buku: Tersebut Untukmu Laila.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung pikiran penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia. co. id

***

**) Model TIMES atau rubrik pendapat di TIMES Indonesia terkuak untuk umum. Panjang tulisan maksimal 4. 000 leter atau sekitar 600 sekapur. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

**) Redaksi berhak tidak membawakan opini yang dikirim semasa tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Nusantara.