Masjid Pusaka Baiturrahmah, Awal Mula Pusat Pemerintahan dan Agama Islam di Indramayu

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Berdirinya Kabupaten Indramayu tidak terlepas dari peran serta Raden Bagus Arya Wiralodra dan Endang Darma Ayu. Hal tersebut ditandai dengan adanya sebuah pendopo dan masjid yang dinamakan Masjid Dermayu atau saat ini bernama Masjid Pusaka Baiturrahmah.

Awal mula pusat pemerintahan Kabupaten Indramayu tersebut berada di Desa Dermayu Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu.

Selain sebagai pusat pemerintahan, di sini juga dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam, yang berada di Masjid Dermayu. Karena itu, tidak heran jika lambat laun wilayah Indramayu menjadi berkembang pesat.

Setelah Belanda mulai menguasai wilayah Indramayu, pusat pemerintahan dipindah ke lokasi Pendopo Bupati yang ada saat ini, pada tahun 1870 Masehi.

Sayangnya, pendopo sebagai tempat awal pemerintahan pertama Kabupaten Indramayu tersebut kini lenyap tak bersisa. Dan hanya menyisakan Masjid Dermayu yang hingga kini masih berdiri di tempat awalnya.

Tidak diketahui kapan persisnya masjid ini dibangun. Namun, masjid ini diperkirakan dibangun bersamaan dengan dibentuknya Kabupaten Indramayu, yakni 7 Oktober 1527 Masehi. Hingga kini, tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Indramayu.

Menurut Ketua DKM, Dasim Iqbal (63), masjid ini pernah mengalami beberapa kali renovasi, yakni sejak tahun 1775, 1813, 1883, 1927, 1956, dan terakhir tahun 1986. Renovasi dilakukan lantaran jamaah masjid yang semakin bertambah.

Selain itu, bangunan awal masjid hanya terbuat dari kayu. Karena semakin bertambah usia, maka kayu-kayu tersebut menjadi lapuk. “Akhirnya dilakukan beberapa kali renovasi, sampai terakhir tahun 1986,” ujarnya kepada TIMES Indonesia, Senin (3/5/2021).

Dasim melanjutkan, bangunan ini bergaya arsitektur Hindu Islam, yang merupakan ciri khas Masjid Pusaka.

Meskipun beberapa kali mengalami renovasi, namun masih ada bagian masjid yang masih terjaga keasliannya, yaitu Saka Papat yang terletak di bagian dalam masjid, Gebyog Kaligrafi di bagian pengimaman, serta Memolo Masjid dan Mimbar yang tersimpan sebagai koleksi museum masjid.

Selain itu, di bagian samping masjid terdapat sebuah sumur kramat yang biasa digunakan untuk berwudhu. Konon katanya, masyarakat biasa menyebutnya sumur pengantin.

“Tidak tahu pasti asal-usul sebutan tersebut, konon ceritanya ada sepasang laki-laki dan perempuan yang mandi di sumur itu dan mereka berdoa agar disatukan menjadi pasangan suami istri dan doa mereka dikabulkan,” ujarnya.

Diubah namanya menjadi Masjid Pusaka Baiturrahmah, sayangnya status masjid ini sebagai cagar budaya dicabut pada 2001, karena proses renovasi menghilangkan struktur asli bangunan. Meski begitu, masjid ini tetap menyimpan sejarah bukti pendirian awal wilayah Kabupaten Indramayu. (*)