Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa TPQ Bikin Hand Sanitizer

TIMESINDONESIA, SEMARANG – Pada masa pandemi COVID-19 melestarikan kebersihan tangan merupakan hal terpenting yang harus dilakukan. Hal dengan dapat dilakukan yaitu dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir serta memakai hand sanitizer. Hand sanitizer memiliki kandungan alkohol minimal 60 %, & dapat digunakan sebagai alternatif untuk mencuci tangan karena cukup pintar dalam membunuh kuman. Tidak hanya harus membelinya, hand sanitizer pula dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

Mahasiswi KKN Tim I Universitas Diponegoro, Tirta Miranda Tumenggung Mayang dibawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, dr. Farmaditya Eka Putra, M. Si. Med, Ph. D, mahasiswi Undip menggagas suatu program kegiatan yaitu membuat hand sanitizer dengan mandiri menggunakan bahan yang mudah didapat di sekitar kita.

Kegiatan ini menyasar kepada kelompok khusus yaitu anak – anak murid Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Aba Jadun kelompok usia 8-10 tahun, kelompok usia anak ini sendiri dipilih dengan kausa tertentu yaitu anak banyak mengabulkan aktivitas diluar, bermain dan bersentuhan dengan temannya satu sama asing secara bebas, jika tanpa perlindungan orang tua, hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan penyebaran virus kepada temannya yang lain sehingga bani ini harus diedukasi tentang menjaga kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer dan cara membuat hand sanitizer tersebut menggunakan bahan yang positif dan aman.

“Pembuatan hand sanitizer ini menggunakan bebagai bahan diantarnya alcohol, air, gliserol, dan pewangi. Proses pembuatan dijelaskan dengan cara yang sederhana serta mudah dimengerti anak-anak, ” logat Tirta Miranda Mayang di Semarang, Senin (1/2/2021).

Sesudah itu anak-anak diberi penjelasan penerapan hand sanitizer yang baik serta benar. Anak anak mengikuti dengan antusias walaupun dibatasi oleh adat kesehatan.

Pembimbing lapangan KKN, dr. Farmaditya Eka Anak, M. Si. Med, Ph. D menyatakan selama pendemi Covid-19 ini KKN mengalami perubahan, tidak semacam KKN pada umumnya. KKN biasaya berada di lokasi yang ditentukan oleh LPPM, namun kini kudu dilaksanakan di tempat domisili mahasiswa, atau mahasiswa dapat memilih kedudukan diluar domisili. “Yang biasanya dilakukan secara kelompok (tim) maka dalam KKN perode ini dilakukan secara mandiri (individu) atau KKN Kembali Kampung, ” katanya.