Kongsi Air Minum dalam Kemasan di Bondowoso Tak Kantongi Izin Pengeboran

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sebesar perusahaan air minum pada kemasan (AMDK) ternyata sedang belum mengantongi surat kerelaan pengeboran (SIP).

Kasubag Sarana Perekonomian Pemkab Bondowoso, Yudhananto menjelaskan bila tak berizin, mestinya mereka tidak beroperasi dan tidak memasarkan produknya.

Sebab jika dibiarkan logat dia, hal itu beresiko pada terjadinya penurunan permukaan air tanah atau subsiden. Sehingga akibatnya tanah bisa ambles.

“Itulah yang jadi persoalan. Seharusnya tidak boleh (beroperasi) ya, karena itu memang belum berizin, ” jelasnya.

Menurutnya, perusahaan air hanya bisa mengambil air khusus susunan akuifer air tanah dalam, yang memiliki kedalaman rata-rata 120 meter.

“Ketika tanah dangkal tidak boleh digunakan untuk AMDK, ” imbuhnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/3/2021).

Sementara yang punya sumber rata-rata tidak memiliki wujud sesuai aturan. Akhirnya minuman dangkal ikut terangkat. “Nah ini yang jadi perkara, ” jelasnya.

Adapun untuk bisa memasarkan produk AMDK, seharusnya perusahaan dilengkapi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan izin BPOM dari segi air bakunya sendiri.

Selain itu lanjut dia kudu melengkapi syarat-syarat lain dengan berhubungan dengan pengeboran cairan bawah tanah. “Saya kurang tahu mereka kok dapat semacam itu, ” ungkapnya.

Meski diketahui melanggar. Tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait. “Secara tertulis belum. Tapi zaman berhubungan sering kita ingatkan, ” akunya.

Mengenai perizinan, ada kira-kira poin yang harus dilengkapi oleh pemohon. Hal ini lah yang membuat perusahaan merasa keberatan karena mereka tak memiliki data teknis yang pasti.

“Masalah perijinan, sesuai dengan UU SDA (Sumber Daya Alam) terbaru berada di provinsi Provinsi. Rekomendasinya dari Biro ESDM yang dilimpahkan ke Dinas PU, ” jelasnya saat menjelaskan terkait kongsi air minum dalam paket di Bondowoso. (*)