Komunitas Guru Belajar Bantu Guru pada Lamongan Lebih Adaptif dalam KBM

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Seorang guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan materi pembelajaran pada siswa. Terlebih saat pandemi Covid-19 seperti ini, guru juga harus lebih adaptif. Keberadaan Komunitas Pengasuh Belajar pun mampu membantu para guru di Lamongan dalam menggelar kreativitas.

Hal tersebut dikarenakan Komunitas Guru Belajar ialah sebuah wadah bagi para instruktur untuk berdiskusi hingga berbagi penyelesaian atas persoalan dalam proses pembelajaran yang dialami para guru.

Seperti yang diungkapkan Anis Choirun Niswah, Ketua Komunitas Kiai Belajar Lamongan, bahwa komunitas itu memiliki kegiatan rutin, berupa Temu Pendidik Daerah (TPD) yang dijalankan secara daring.

“Kadang 1 minggu sekali, bergantung dalam kebutuhan belajar guru sih, maka setiap melakukan TPD itu serupa pelatihan, jadi kita tawarkan ke guru-guru, punya kesulitan belajar barang apa sih, punya problem apa, nah dari situ nanti yang menyesatkan muncul apa, itu yang kita jadikan tema. Kemudian kita mengundang sesama guru yang lainnya untuk berbagi praktik baik, ” sekapur Anis, Jumat (22/5/2020).

Bahkan kata Anis, yang menjelma narasumber dalam kegitan TPD tidak hanya sesama guru di Kabupaten Lamongan, tapi juga guru sebab daerah lain

“Jadi yang kami undang sebagai juru bicara itu bukan hanya dari saudara se-Lamongan sendiri, tapi juga daripada teman-teman di Komunitas Guru Belajar di daerah lainnya, kita menjemput melalui grup WA, ” tuturnya.

Lebih lanjut Anis menjelaskan, Komunitas Guru Belajar itu memang sebuah komunitas berskala nasional yang menyebar di hampir semesta wilayah di Indonesia, termasuk di Lamongan.

“Kami pada setiap tahun juga ada temu pendidik nasional. Kalau di daerah tersebut rutinnya ya daring itu, setara kegiatan nobar guru merdeka menelaah yang biasanya kita lakukan di sekolah yang gurunya ada dengan mau menjadi penggerak komunitas itu. Nah syaratnya untuk menjadi dalang itu harus melakukan nobar, ngirim liputan, terus mengikuti pelatihan instruktur merdeka belajar, ” ucap Anis.

Anis menyebutkan, manfaat dari Komunitas Guru Belajar sangatlah besar dan membuat para tutor mampu menyajikan materi pembelajaran dengan sesuai dengan kondisi di sedang wabah Covid-19 seperti saat ini.

“Bagaimanapun yang memasukkan Komunitas Guru Belajar ini lazimnya gurunya lebih adaptif, karena kita semua yang menjadi anggota membentuk ikut pelatihan, jadi kita memiliki tambahan wacana-wacana praktik baik, oleh karena itu nggak melulu gitu-gitu aja, ” tutur Anis.

Dengan kreatifitas yang dimiliki oleh tutor, kata Anis, maka proses Kesibukan Belajar Mengajar (KBM) tidak bakal membosankan, meskipun tidak dilakukan dengan bertatap muka.

“Kami cari gimana caranya anak-anak nggak bosan, jadi nggak melulu mengerjakan LKS aja, tapi juga memakai ide kreatif, bisa melibatkan materi tapi dihubungkan dengan kondisi kita saat pandemi ini, jadi bujang nggak bosan. Kalau hanya kerjakan LKS, hanya sekedar merangkum, tersebut kan anak-anak jadi bosan. Lalu melibatkan komunikasi dengan orang tua, murid dan guru sendiri, ” ujarnya.

Selain itu, kata Anis, Komunitas Guru Membiasakan juga terdapat tim Sekolah Lawan Corona yang membagikan panduan penelaahan jarak jauh dan setiap hari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

“Monggo bisa dicek Instagramnya Kampus Guru Cikal, bisa dicek FB-nya Komunitas Guru Belajar, kemudian bisa juga dicek di website www.sekolah.mu, itu banyak pelatihan gratis baik untuk guru, murid & wali, ” tutur Ketua Komunitas Guru Belajar Lamongan. (*)