Kerupuk Rizquna, Oleh-Oleh Khas Cirebon

Kerupuk Rizquna, Oleh-Oleh Khas Cirebon

TIMESINDONESIA, CIREBON – Pelaku Jalan Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Cirebon semakin menjamur. Lupa satunya UMKM di Desa Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. UMKM ini memproduksi kerupuk Rizquna yang sering dijadikan oleh-oleh khas Desa tersebut.

Pemilik kerupuk Rizquna, Saiyah mengatakan usahanya sudah berdiri sejak tahun 90an, akan tetapi menikmati pasang surut.

Ia baru benar-benar menekuni usahanya sekitar 8 tarikh terakhir. Ia mengaku membangun & mempertahankan usaha kerupuknya tidaklah mungkin.

“Sebenarnya usaha ini sudah saya jalani sejak periode dengan suami, tapi pernah beristirahat dan akhirnya di lanjut teristimewa sampai sekarang, ” ucapnya, Minggu (13/12/2020).

Saiyah mengucapkan awal mula memproduksi kerupuk itu dari ketidak sengajaannya karena lengah memasukan bahan ke adonan kerupuk miliknya. Namun, ketika dicoba ternyata rasanya jauh lebih enak lantaran adonan kerupuk sebelumnya.

“Iya awalnya bahan utamanya daripada tepung aci (Tapioka), tapi masa itu saya masukin juga tepung terigu, adonannya kan jadi beda cuma saya tetap coba serta ternyata hasilnya lebih bagus & enak dan jadi lebih mekar, ” katanya.

Akhirnya resep hangat, Ia gunakan untuk memproduksi kerupuk selanjutnya dengan bahan baku lainnya seperti garam, bawang putih, ketumbar, terasi, dan juga udang sebagai perasanya.

“Untuk cara pembuatannya, terlebih dulu kita informasi semua bahan jadi satu, lalu setelah diolah dan menjadi plester barulah kita cetak menggunakan edisi khusus kemudian di jemur agak dua hari sebelum akhirnya di goreng, ” paparnya.

Ia mengaku sekali produksi bisa menghabiskan 12 kilogram tepung. Namun, proses produksi kerupuk ini belum Ia lakukan setiap hari.

Kerupuk Rizquna ini sudah dijadikan oleh-oleh bagi warga kira-kira ketika pulang kampung ke Daerah Dukupuntang, dan dibawa ke asing kota sebagai buah tangan daripada Desa Dukupuntang.

“Untuk harga kita bandrol dengan makna Rp 5. 000 untuk satu bungkusnya dan untuk kerupuk Rizquna yang mentah dengan harga Rp 20. 000 ukuran dalam paket 1 kilogram, ” pungkasnya. (*)