Kementerian PUPR RI Bangun 6. 000 MCK di Lembaga Pelajaran Agama dan Pondok

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Ijmal dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya langsung membangun sarana prasarana cairan bersih dan sanitasi. Sokongan ini diberikan salah satunya melalui program Padat Susunan Tunai (PKT) Penyediaan Medium dan Prasarana Sanitasi di Pondok Pesantren/Lembaga Pendidikan Keyakinan (LPK).

Selain untuk menciptakan lingkungan bersekolah yang aman, nyaman, terang dan sehat, program Logistik Sarana dan Prasarana Sanitasi Pondok Pesantren/LPK ini serupa bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di sedang ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

“Program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai betul penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pembangunan infrastruktur penuh karya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan memajukan daya beli masyarakat, ” ucap Menteri PUPR MENODAI Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Menteri penerima Man of The Year 2019 Anugerah TIMES Indonesia (ATI) itu mengungkap, pada TA 2021 akan dilaksanakan kegiatan pembangunan 6. 000 unit bangunan Makbul Cuci Kakus (MCK) pada Pondok Pesantren/LPK yang tersebar di seluruh Indonesia dengan anggaran sebesar Rp satu, 2 triliun.

Rencananya kegiatan ini hendak menyerap 36. 000 gaya kerja. Program Penyediaan Medium dan Prasarana Sanitasi Tempat tinggal Pesantren/LPK meliputi pembangunan gedung MCK yang terdiri daripada bilik mandi dan kakus/toilet, tempat wudhu, tempat basuh tangan dan tempat cuci pakaian serta instalasi pengolahan air limbah domestik dengan alokasi anggaran setiap unit sekitar Rp 200 juta.

“Untuk program sanitasi pondok pesantren datang saat ini masih tahap penyesuaian desain dan RAB yang dilakukan oleh konsultan perencana dan penyediaan gaya fasilitator lapangan. Kami targetkan konstruksi dapat dimulai menjelang Idulfitri, ” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI beberapa masa lalu.

Di tepi sanitasi pondok pesantren/LPK, ada enam kegiatan PKT asing yang dilaksanakan Ditjen Membentuk Karya dengan total taksiran Rp 3, 8 triliun dengan target penyerapan 183. 821 tenaga kerja. Kesibukan tersebut meliputi Kota Minus Kumuh (KOTAKU), Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Tempat Pengolahan Sampah kacau Reduce Reuse Recycle (TPS3R), Sanitasi Perdesaan Padat Susunan (Sanimas), SPAM Perdesaan Padat Karya (Pamsimas) dan kesibukan kontraktual dengan skema penuh karya.

Kalender KOTAKU Kementerian PUPR MENODAI dilaksanakan di 2. 099 lokasi dengan anggaran Rp 976, 6 miliar, PISEW dilaksanakan di 1. 500 kecamatan dengan anggaran Rp 900 miliar, TPS3R pada 147 lokasi dengan taksiran Rp 90 miliar. Lalu Sanitasi Perdesaan Padat Susunan (Sanimas) dilaksanakan di 5. 510 lokasi dengan anggaran Rp 713, 73 miliar, Pamsimas di 4. 525 desa dengan anggaran Rp 943 miliar dan kesibukan kontraktual dengan skema padat karya di 155 tempat dengan anggaran Rp 224, 9 miliar. (*)