Kelompok Wanita Tani Belajar olah Daging Menjadi Nugget dan Bakso

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – 30 peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Krasan dan Krejengan dilatih oleh Dr. Lutfi Hanim Mufida Widyaiswara BBPP Batu dan Nurul Hidayah untuk membuat produk olehan dari daging sapi menjadi nugget dan bakso.

Hari kedua dari rangkaian pelatihan Tematik yang digelar oleh Kementan dari tanggal 2 hingga 4 April yang diselenggaran di pendopo Kecamatan Krasaan, Probolinggo.

Materi yang disampaikan ini sangat disukai oleh semua peserta, mereka dari pagi sampai sore hari didampingi oleh para Fasilitator untuk memilih daging yang baik, cara penanganan daging yang baik dan yang paling menarik peserta didampingi membuat nugget, mulai cara meramu bumbu, menghaluskan daging dan rangkaian lainnya sampai nugget tersebut siap santap.

Pada sesi berikutnya peserta didampingi untuk membuat bakso, mulai menghaluskan daging mencampur bumbu sampai bakso menjadi siap saji, dan untuk memastikan bakso itu enak pada sesi berikutnya peserta diajak untuk membuat kuah bakso beserta rangkaiannya, seperti memberikan daun bawang bawang goreng dan daun seledri.

Kelompok Wanita Tani 1Aku bangga telah berhasil membuat nugget kata peserta

Nurhati salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini sangat bermanfaat sekali dan benar benar bisa langsung diterapkan sebagai bahan variasi menu keluarga.

“Karena selama ini kalau ingin bakso harus beli, padahal membuatnya mudah, dan jika hasil dari pelatihan ini dikembangkan dan dipasarkan tentunya bisa menjadi tambahan atau menjadi sumber pendapatan keluarga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Dr Lutfi Hanim Mufida sebagai pelatih atau Fasilitator Pelatihan Tematik Peternakan khususnya Pengolahan Daging.

“Saya mendukung kegiatan lainnya yang bisa dilaksanakan di daerah-daerah secara langsung sesuai dengan kebutuhan lapang atau tematik,” ungkapnya.

Ia menambahkan pelatihan iniebih banyak praktik tanpa meninggalkan teori dan berkolaborasi dengan praktisi lokal agar bisa memberikan contoh nyata dalam tindak lanjut dari pelatihan yang sudah dilaksanakan.

Kelompok Wanita Tani 2Hasil produk olahan dari peaerta pelatihan

Pendampingan dari instansi/ pihak terkait tetap dilakukan agar makna pelatihan semakin nyata, yaitu tercipta wirausaha-wirausaha yang saling mendukung dalam membangun perekonomian daerah.

“Terakhir, tetap melaksanakan prosedur kesehatan dalam pencegahan covid, sehingga lebih tercipta pelatihan yang kondusif,” imbuhnya.

Nurul Hidayatus Sholokhah Praktisi Tematik dari Kecamatan Kraksaan menyampaikan bahwa motivasi dan semangat peserta ini luarbiasa, dan ini menjadi salah satu modal utama dalam penyerapan ilmu yang disampaikan.

“Selain itu kami melihat potensi ini produk untuk dibuat menjadi usaha home indrustri tinggi, Kabupaten Probolinggo punya selera untuk kuliner yang baik, wisata yang mengelilingi dan yang berada di Probolinggo juga banyak, tentunya ini menjadi modal berhaga dalam memgembangkan kuliner bakso dan oleh oleh berupa nugget,” ungkapnya. (*)