Harlah 53 KOPRI: Women In Development

Harlah 53 KOPRI: Women In Development

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan di Indonesia melalui Pengukuhan SDM, kemandirian Ekonomi (KOPRI Berdikari). Begitulah narasi semangat yang tetap diteriakkan dengan lantang oleh Dini Adhiyati figure Ketua KOPRI PMII PKC JATIM. Melalui Grand Pola KOPRI PKC JATIM keyakinan kalau perempuan sebagai aktor strategis menuju optimalisasi pembangunan multisektoral dan pemerataan ekonomi. Peran perempuan dalam pembangunan menyuguhkan realitas yang tidak mampu dipungkiri berhasil mengantarkan kesejahteraan untuk masyarakat.

Empat zona yang ditetapkan oleh pemerintah jadi sektor prioritas yang diisi sebab peran perempuan antara lain dalam bidang Pendidikan, Kesehatan bagi ibu menjadi prioritas pemerintah, ketenagakerjaan secara menguatkan implementasi kebiajakan tenaga kerja dengan mengakomodasi konsep kesetaraan seks, serta terkait pencegahan kekerasan dengan target peningkatan pemahaman terkait gender violence serta memberikan perlindungan asas bagi kasus kekerasan terhadap rani. Konsep yang ingin direalisasikan oleh pemerintah melalui kementerian coordinator dunia pembangunan manusia dan kebudayaan Republik Indonesia ini menjadi komponen dasar pergerakan KOPRI dalam upaya keterlibatan perempuan dalam pembangunan di Indonesia.

Penguatan SDM penting juga dilakukan, KOPRI PKC JATIM memiliki inisiatif untuk membersamai industry kreatif sebagai konsistensi gerakan secara menyumbangkan kreatifitas dan inovasi di setiap kader KOPRI, pula untuk menelungkupkan kesempatan kerja dengan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Kemandirian pemikiran lahir dibanding semangat belajar dengan konsistensi pergerakan perempuan di bidang pembangunan, kesejahteraan akan datang apabila kemandirian berfikir melahirkan perempuan yang memiliki kedudukan strategis, peran strategis dalam pembangunan adalah bagaimana keterlibatan individu di masyarakat (expected roles), peranan dengan disesuaikan (actual roles). Strategi pendirian dari kemandirian berfikir yang ingin diimplementasikan oleh KOPRI adalah modal untuk berpartisipasi fi seluruh zona baik bidang sosial, politik dan pemerintahan, serta pembangunan perekonomian.

Pembangunan yang melibatkan hawa dalam pembangunan akan mengaktualisasikan kesejahteraan sosial, karna secara tegas menghilangkan stigma negative bahwa perempuan jadi mahluk kelas dua, realitas tersebut seharusnya menjadi stigma using objek budaya yang belum mencapai pertambahan yang terintegrasi dengan konsep sastrawan, sedangkan di era sekarang kesamaan gender menjadi konsep utama di dalam strategi pembangunan nasional seperti yang tertuang dalam Sustainable Development Goals yaitu agenda pembangunan berkelanjutan yang diakui secara nasional dan global memiliki 5 target utama yakni (5. 1) mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. (5. 2) menghapus segala bentuk kebengisan terhadap kaum perempuan di bagian public dan privat termasuk menghalangi Women Trafficking, Eksploitasi seksual. (5. 3) menghapus semua praktik berbahaya, seperti perkawinan usia anak, perkawinan usia dini, serta sunan rani. (5. 4) mengenali dan me pekerjaan mengasuh dan pekerjaan rumah tangga sebagai pelayanan public, yang dijamin dengan infrastruktur dan kebijakan perlindungan sosial serta peningkatan tanggung tanggungan bersama dalam rumah tangga dan keluarga. (5. 5) menjamin kontribusi penuh dan efektif, serta membentuk kesempatan yang serupa bagi perempuan buat memimpin di semua tingkat pemungutan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu konsep yang diusung Indonesia menjadi satu diantara indikator kejayaan pembangunan berkelanjutan yaitu Pengarusutamaan Seks telah menjadi konsep pergerakan KOPRI selama kurang lebih 53 Tarikh, hal ini semakin mempertegas kematangan gerakan KOPRI dalam kotribusi pembangunan nasional, maka KOPRI berkomitmen untuk tetap berdiri tegas di coreng pergerakan melalui komitmen perempuan Berdikari.

Cita-Cita Luhur pergerakan KOPRI telah mencapai usia dengan matang, 53 tahun sebagai leler progresif melahirkan kader perempuan penggerak perubahan dan pembangunan menuju Nusantara yang lebih Maju, serta membantu seluruh aspek keterlibatan perempuan dalam upaya ikut berkolaborasi memajukan kerabat melalui pembangunan yang berbekal pengukuhan SDM dan Kemandirian Ekonomi.

***

Dini Adhiyati, Ketua KOPRI PKC JATIM

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia. co. id

*) Kopi TIMES atau rubrik pemikiran di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.