Gondol Rp 50 Juta, Buron Pencongkel Brankas PJPU Ditangkap Polres Cilacap

Gondol Rp 50 Juta, Buron Pencongkel Brankas PJPU Ditangkap Polres Cilacap

TIMESINDONESIA, CILACAP – Pelarian RU (35) selama satu setengah bulan berakhir. Ia ditangkap dan diamankan Satreskrim Polres Cilacap, Jawa Tengah, Senin (20/7/2020). RU menjadi buron karena mencongkel brankas Perusahaan Jasa Pengiriman Uang (PJPU) dan membawa kabur uang sebesar Rp 50 juta.

Aksi RU dilaporkan eks-PJPU  tempat dimana ia pernah bekerja sebagai office boy, sejak Juni lalu. Dan peristiwa tersebut diketahui pada 1 Juni, ketika seorang karyawan PJPU tersebut, Erwin melaksanakan tugas penarikan uang sisa yang ada di mesin ATM di Kabupaten Cilacap.

Usai melakukan penarikan uang pada pukul 14.00 WIB hari itu, uang tersebut ditaruh di brankas untuk kemudian dibawa ke kantor PJPU di Kelurahan Sidanega, Kecamatan Cilacap Tengah. Brankas tersebut kemudian diserahkan kepada pekerja lain, Udin (21), dan dihitung ulang oleh Aziz (21).

Setelah dilakukan perhitungan, oleh petugas piket kemudian ditaruh di atas meja ruangan penyimpanan yang terkunci rapat pukul 17.00 WIB.

Pada pukul 19.00, karyawan PJPU yang hendak melanjutkan penghitungan uang kembali di ruangan penyimpanan, terkejut ketika mendapati atap atau plafon ruang penyimpanan tersebut sudah dalam keadaan berlubang.

“Setelah dilakukan penghitungan secara keseluruhan, ternyata ada uang yang hilang, pecahan Rp 50.000 sejumlah Rp 50.000.000,” kata Kapolres Cilacap, AKPB Dery Agung Wijaya saat ungkap kasus di Mapolres Cilacap, Rabu (22/7/2020).

Pihak PJPU kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cilacap. Dan Satreskrim langsung melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Setelah melakukan penyelidikan kepada sejumlah karyawan dan sejumlah bukti, diantaranya rekaman CCTV yang ada, tersangka mengarah kepada RU yang merupakan mantan OB di perusahaan tersebut.

“Setelah dilakukan pencarian, Satreskrim Polres berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pencongkel di Desa Karangkandri, Senin (20/7/2020),” ungkap Dery.

Ia menambahkan, pelaku sudah mengetahui kebiasaan karyawan kantor, dan menggunakan kawat besi untuk mengambil uang yang ditaruh di atas meja dengan cara dikait dari plafon.

Dari tersangkan RU, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti kawat besi dengan panjang sekitar 4 meter yang digunakan untuk mengambil uang, dan sebilah pisau yang digunakan untuk merusak plafon.

Barang bukti hasil kejahatan tersangka juga diamankan polisi, diantaranya sepeda motor Satria FU warna hitam abu-abu berikut BPKB dan satu unit HP Samsung warna hitam.

“Ada beberapa uang hasil pencurian yang sudah digunakan tersangka, dan saat ini tersisa lima belas juta rupiah,” kata Kapolres.

Tersangka RU yang mengaku habis masa kontrak kerjanya di PJPU tersebut, kepada awak media mengaku melakukan aksi tersebut dengan naik ke atas genting kantor PJPU, kemudian melepasnya, dan masuk ke dalam plafon ruang penyimpanan uang.

“Ya, saya tahu isi kantor perusahaan,” katanya yang mengaku susah mencari kerja setelah kontrak kerja dengan PJPU tersebut tidak diperpanjang. (*)