Dukuh Marning Probolinggo Hasilkan 50 Ton Marning Per Tarikh

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Marning merupakan salah utama jenis camilan tradisional istimewa Indonesia yang terbuat dibanding jagung. Di Kota Probolinggo terdapat Kampung Marning sebagai sentra pengolahan marning, tepatnya di Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih. Hasil produksi mereka mencapai 50 ton bagi tahun.

Sentra pembuatan marning di kelurahan ini sudah terkenal semenjak tahun 1984. Makanan itu menjadi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) paling dicari menjelang Lebaran di tiap tahunnya.

“Kelurahan Kedunggaleng benar dikenal dengan sebutan Negeri Marning. Kampung ini bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit dari pusat tanah air yang terkenal dengan nama Kota Bayuangga, ” membentangkan Taufiq, Ketua Narasumber Daerah Marning, Minggu (23/5/2021).

Taufiq mengatakan, dalam Kelurahan Kedunggaleng terdapat 30 pelaku UMKM yang bergerak di bidang pembuatan marning. Tempat ini berkembang menjelma sentra produksi marning.

“Ketika kita mengunjungi sentra itu, tampak terlihat olahan jagung yang dijemur di halaman rumah para pelaku jalan marning. Sebagian jagung dengan dijemur tampak sudah mengering dan siap digoreng, ” kata Taufiq.

Produksi marning dari Kampung Marning ini, ujar Taufiq, dijual ke pasar-pasar dan toko bawaan di Kota/Kabupaten Probolinggo. “Marning dipasarkan dalam berbagai kemasan & varian rasa, ” katanya. (*)