DPRD DIY Desak Perpanjangan PTKM Dukung Solusi Ekonomi bagi Rakyat

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pemerintah DIY telah memutuskan perpanjangan Pembatasan secara Terbatas Kegiatan (PTKM) dari 26 Januari-8 Februari 2021 demi menekan laju Covid-19 yang masih tinggi. Anggota Premi B DPRD DIY RM. Sinarbiyat Nujanat menilai PTKM memang perlu demi menekan kasus Covid-19 di DIY.

Masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini dihadapkan pada dilema. Mulia sisi mereka harus terus membongkar-bongkar rejeki untuk menghidupi diri serta keluarganya, namun di sisi lain ada wabah besar yang serupa harus ditekan dan pemerintah menggunakan bermacam regulasi pembatasan mobilitas.

“Namun, kebijakan ini serupa perlu diimbangi kebijakan yang memperhatikan benar kondisi rakyat karena ekonominya kian sulit sejak pandemi tersebut merebak Maret 2020 silam, ” kata ujar Sinarbiyat, Selasa (2/2/2021).

PTKM ini dasar penting karena kasus Covid-19 DIY sudah sempat di atas 400 kasus per hari. “Namun perlu dipahami pemerintah juga, jika situasi ekonomi tersulit bagi masyarakat selama masa pandemi juga terjadi pada bulan Januari 2021 ini, ” ujar Sinarbiyat.

Sinarbiyat menjelaskan, selama masa PTKM kehidupan perekonomian dari level bawah hingga menengah-atas, mulai dari kalangan PKL sampai perhotelan sudah sama kesulitan bergerak karena ketatnya pembatasan mobilitas.

Sebab dalam kebijaksanaan PTKM ini memberlakukan pembatasan jam operasional pelaku usaha hanya datang pukul 20. 00 WIB serta sebagian besar pelaku usaha baik kecil juga besar merugi.

Ada yang mengalami penurunan omset ada pula yang puntung secara total. Sinarbiyat mencontohkan seolah-olah kaki lima bidang makanan minuman yang baru mulai bukan 16. 00 WIB, maka hanya tinggal punya waktu 4 jam selalu untuk mengais rejeki.

Itu pun jika dagangannya ragam, karena jika tak laku oleh sebab itu dagangan makanan itu harus dibuang dan itu membuat rugi. Had akhirnya banyak PKL bidang makanan/minuman itu memilih tutup daripada merugi.

Namun, lanjut Sinarbiyat, di sisi lain, ketika kelompok itu makin sulit bergerak menyesatkan ekonominya, program bantuan atau stimulan dari pemerintah untuk mengcover situasi ekonominya ternyata juga belum serasi yang diharapkan.

“Jadi hampir secara merata masyarakat merasakan kesulitan ekonomi. Maka kami mohon kepada OPD-OPD Pemda DIY kembali. mencermati situasi yang ada, hari per hari, dengan terjun langsung ke lapangan melihat bagaimana situasinya lalu menyiapkan terobosan solusi bagi masyarakat yang kesulitan itu, ” ujar Sinarbiyat.

Sinarbiyat mengatakan jika solusi program untuk masyarakat itu benar berangkat sejak hasil turun ke lapangan, pihaknya meyakini akan lebih berdampak serta efektif hasilnya. Sinarbiyat pun dengan pribadi sebenarnya masih merasa agak janggal jika PTKM menerapkan pemberlakuan jam operasional sampai 20. 00 WIB.

“Apakah kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan klaster-klaster Covid-19 itu memang cenderung di periode malam? Apa bukan malah sebaliknya yakni kegiatan-kegiatan yang dilakukan masa siang hari? Kami kira soal ini juga perlu ditinjau ulang oleh pemerintah, ” ujarnya.

Sebab, ujar Sinarbiyat, aktivitas masyarakat paling sibuk justru terjadi pagi hingga siang hari. Namun saat malam mayoritas masyarakat sudah kembali ke rumah. Sinarbiyat meminta tak ada ketimpangan bagi mereka yang biasa beraktivitas hanya cepat sampai sore dan yang beraktivitas sore hingga petang.

Namun terlepas dari itu, Sinarbiyat mengatakan saat ekonomi rakyat tetap melambat, ada kewajiban-kewajiban mereka dengan tak bisa diabaikan. Mulai sebab pembayaran listrik, angsuran-angsurannya untuk corong produksinya, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, Sinarbiyat menghimbau semua kalangan tak cuma pemerintah namun juga DPRD DIY dan masyarakat di masa PTKM yang diperpanjang ini sama berpose bijaksana.

Dari negeri misalnya tetap mengedapankan komunikasi persuasif manakala melakukan sosialisasi ketentuan semasa masa PTKM. “Pendekatannya ke kelompok lebih pendekatan komunikatif, misalnya pada pemilik usaha. Pemilik usaha selalu harus tegas bersikap pada pembeli yang tidak tertib protokol serta ketentuan PTKM, ” ujarnya.

Sinarbiyat tak berharap dalam masa pandemi serba sulit ini masyarakat justru dihantui rasa kecil mengais rejeki, atau dikejar-kejar karena mencari penghasilan.

“Kami ingin ada sinergi bagaimana di masa sulit saat pandemi itu pemerintah, dewan, juga masyarakat bisa bersama-sama memiliki kesadaran dalam menghalangi rantai penularan Covid-19 dan juga berusaha bangkitkan ekonomi bersama biar tak semakin terpuruk, ini PR kita bersama, ” pungkas anggota Komisi B DPRD DIY RM Sinarbiyat Nujanat. (*)