Desa Lalubi Bangun Posko Covid-19 dengan Anggaran Swadaya Masyarakat

Desa Lalubi Bangun Posko Covid-19 dengan Anggaran Swadaya Masyarakat

TIMESINDONESIA, HALMAHERA SELATAN – Pemerintah Desa Lalubi Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) membentuk Gugus Tugas Satgas Penanggulangan Penyecagahan Covid-19 Desa Lalubi.

Dalam pembentukan Gugus Tugas Satgas CoVid-19 tersebut dipimpin langsung oleh pejabat sementara Kepala Desa Lalubi Korneles Tagaku S.Pd yang turut dihadir juga oleh Kepala Puskesmas Gane Timur, Kapolsek Gane Timur dan Babinsa Desa Lalubi.

Desa-Lalubi-2.jpg

Korneles dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa untuk mewujudkan desa tetap aman tentu harus ada upaya untuk memutuskan mata rantai penularan wabah pandemi Covid-19 di masing-masing wilayah, dengan begitu pemerintah desa perlu memiliki strategi yang harus dilakukan.

Karena kata Korneles, pandemi Covid-19 terkadang tidak menunjukkan gejala. Sementara aktivitas warga baik dalam desa serta diluar desa tidak bisa dipantau. Apalagi para mahasiswa asal desa Lalubi yang sedang melanjutkan studi di kota tidak bisa terpantau juga.

Ia melanjutkan, walaupun belum ada anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten, masyarakat desa Lalubi kemudian berswadaya dan gotong royong untuk mendirikan posko Satgas Covid-19 usai rapat pembentukan Gugus Tugas Satgas Covid-19 dilaksanakan.

“Mulai besok tanggal 15 April 2020 posko sudah difungsikan dan penjagaan secara rutin siang dan malam dengan sistem aplos tiap-tiap RT,” ungkap Kades Lalubi dalam siaran persnya yang diterima TIMES Indonesia pada, Selasa (14/4/2020).

Korneles menilai, sekalipun dengan tanpa perlengkapan APD yang lengkap, posko Satgas CoVid-19 yang dibuat seadanya itu disebut sebagai langkah bersama untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana pandemi Covid-19 di Kabupaten Halsel Maluku Utara.

Dia pun berjanji akan berusaha agar dalam waktu dekat bisa mendatangkan perlengkapan APD seperti masker dan alat pengukur suhu tubuh yang merupakan hal wajib yang harus digunakan oleh Gugus Satgas CoVid-19 dalam bekerja nanti.

“Kami berusaha mendatangkan masker namun tidak dapat karena di penjual tidak ada lagi. Jadi kami sementara ini pakai apa adanya yang penting keamanan pada diri bisa terlindung dulu,” ujar Kades.

Sementara Ketua BPD Fransiskus Goyowa mengatakan bahwa untuk mencapai pecegahan secara maksimal akibat melonjaknya arus mudik dari luar daerah terjangkit maupun tidak, dirinya mengimbau agar melapor di Gugus Tugas CoVid-19 Desa Lalubi dan harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Sekarang ini warga yang kerja diluar atau kuliah ini tiba-tiba mereka sudah berada di desa atau kampung,” katanya.

Dia pun menambahkan, dalam situasi ini masyarakat yang tidak memiliki aktivitas mendesak agar tidak keluar di malam hari dan selalu menjaga lingkungan tetap bersih.

BPD pun berharap kepada warga desa Lalubi agar dapat menyediakan tempat cuci tangan di depan rumah masing-masing dan tetap selalu mentaati social distancing yang disarankan pemerintah. (*)