Departemen PUPR RI: Progres Rusun Rekan Jumat 90 persen

Departemen PUPR RI: Progres Rusun Rekan Jumat 90 persen

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jakarta – Gajah Pekerjaan Umum dan Perumahan Kaum RI (Menteri PUPR Ri) meninjau progres pembangunan Rumah Susun Tingkat Tinggi Pasar Jumat (Rusun Pasar Jumat) yang ibangun di akan lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR RI di DKI Jakarta, Senin (6/7/2020).

Pembangunan rusun disamping untuk Masyarakat Berpenghasilan Kecil (MBR), juga diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pelaku, termasuk para Aparatur Sipil Negeri (ASN), TNI/Polri.

Diharapkan dengan penyediaan hunian yang patut berupa rusun dapat memberikan pemberian nyata bagi produktivitas masyarakat di bekerja, sekaligus sebagai persiapan bertemu tatanan baru (new normal).

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono menyampaikan kepada PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana untuk segera menyelesaikan pembangunan Rusun tersebut dengan tetap menjaga kualitas supaya bisa dimanfaatkan ASN dengan jalan.

Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki didampingi Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR RI Khalawi AH melayani pengecekan lapangan ke unit hunian di lantai 3, kesiapan lift, tangga darurat, tempat parkir serta landscape bangunan.

Rusun Pasar Jumat merupakan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Order Strategis Nasional (PSN). Rusun itu dibangun di atas lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR RI seluas 5. 300 meter persegi, tidak jauh dari Stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu di Lebak Bulus, Jakarta.

Kehadiran Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang lokasinya dekat dengan transportasi publik diharapkan memberikan nilai efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN.

Diharapkan juga konsep hunian terintegrasi ini dapat lebih banyak dikembangkan di kota-kota besar lainnya pada Indonesia, sehingga dapat menurunkan nilai backlog pemilikan dan penghunian vila sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang layak.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH membuktikan progres fisik pembangunan Rusun Rekan Jumat hingga saat ini sudah sekitar 90 persen. Ditargetkan dalam akhir bulan Juli 2020 semesta pekerjaan konstruksi bangunan sudah rampung.

Luas bangunan pokok Rusun Pasar Jumat sekitar 2. 800 meter persegi terdiri dari 18 lantai yakni 16 lantai untuk hunian sebanyak 460 unit dan 2 lantai untuk fasilitas bermain anak dan fasilitas ijmal yang berada di lantai satu dan 2. ‘

Untuk menambah kenyamanan penghuni, setiap unit pada Rusun Pasar Jumat didesain secara tipe 36 yang dilengkapi secara fasilitas 1 kamar utama, 1 kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dan toilet bersandar, dan ruang jemur pakaian secara daya listrik 2. 200 KWh.

Pembangunan Rusun Rekan Jumat menerapkan sistem teknologi semen ringan precast lantai dan tebal telinga. Untuk precast pada lantai memakai Hollow Core Slab (HCS) dan untuk precast pada dinding menggunakan Lightweight Cement Wall (LCW) sebagai wujud kemajuan teknologi konstruksi dalam Indonesia.

LCW merupakan salah utama inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi masa kerja dengan kualitas kedap suara, tahan api, dan tes barang bawaan yang cukup banyak. Sementara HCS sebagai salah satu terobosan di dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang dimana kabel ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran.

Turut ada dalam peninjauan Rusun Pasar Jumat tersebut Direktur Rusun Ditjen Logistik Perumahan Kementerian PUPR RI Maryoko Hadi dan Kepala Balai Pengelola Penyediaan Perumahan Jawa I Bisma Staniarto. (*)