Departemen PUPR RI Lakukan Pembentukan 3 Kawasan Wisata dalam Kota Kupang NTT

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) terus membangun sebanyak infrastruktur untuk mendukung pengembangan kawasan wisata di Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, dukungan infrastruktur juga dilakukan di Praja Kupang sebagai Ibu Praja Provinsi NTT.

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan zona di Kota Kupang berniat untuk mendukung aktivitas wisata yang ada dengan menyimpan infrastruktur yang nyaman & layak. Pembangunan infrastruktur dikerjakan secara terpadu mulai sejak penataan kawasan, jalan, logistik air baku dan tirta bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian warga dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Penataan Kawasan Wisata 2

“Untuk pariwisata, pertama dengan harus diperbaiki infrastrukturnya, lalu amenities dan event pertama promosi besar-besaran. Kalau situasi itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita celik betul, ” kata Gajah Basuki beberapa waktu semrawut.

Penataan Kota Kupang dikerjakan secara bertahap dengan memajukan kualitas lingkungan kawasan wisata yang lebih baik, sekaligus mendorong pengembangan destinasi wisata bahari kebanggaan masyarakat Praja Kupang.

Periode I sudah mulai dilaksanakan dengan menata 3 tempat yakni kawasan Kota Lama atau Pantai Lai-lai Besi Kopan, Pantai Kelapa Lima, dan Koridor 3 Ustaz Frans Seda. Penataan dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (persero) dengan nilai kontrak Rp 81 miliar bersumber dari APBN TA 2020-2021 (MYC). Saat ini progres fisik seluruhnya telah 3, 2%.

Penataan Kawasan Wisata 3

Buat penataan kawasan Pantai Lai-lai Besi Kopan dilakukan dengan meningkatkan kualitas ruang terkuak, menata PKL, dan menghubungkan poros utama (koridor pantai) dengan material hardscape. Kaum pekerjaan dilakukan di koridor pantai seluas 1, 72 hektar diantaranya merenovasi pangkalan lama dengan konsep heritage landmark seluas 111. 92 m2, spot kuliner, gazebo di sisi timur sebesar 3 unit, toilet, ground water tank, gerbang, Mechanical Electrical Plumbing (MEP), sanitari, lansekap, dan bangunan pelengkap lainnya.

Selanjutnya penataan Pantai Kelapa Lima yg mempunyai luas 11. 765 m2 dilakukan secara mengembalikan view ke pedoman pantai diantaranya menata PKL (memindah) ke pelabuhan untuk memaksimalkan ruang terbuka publik. Kemudian dilakukan juga pembentukan Koridor 3 Jalan Frans Seda dengan meningkatkan nilai ruang terbuka publik serta lansekap.

Medan Koridor 3 Jalan Frans Seda seluas 5, 26 hektar akan dilengkapi dengan drainase sepanjang 216, 77 meter, pedestrian menggunakan batu andesit dan slab, gazebo sasando 8 unit, lampu jalan, bangku, mini theater terbuka, dan fasilitas lainnya. Sementara untuk penataan daerah Tahap II saat tersebut masih dalam proses perencanaan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 120 miliar sejak APBN Kementerian PUPR TA 2021-2022 (MYC).

Penataan kawasan wisata di Kota Kupang oleh Kementerian PUPR RI ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru berskala nasional, berbasis alam, dan rekreasi adat yang akan melengkapi DPSP Labuan Bajo. Di samping itu, penataan kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal. (*)