Cermati Lima Gejala Umum Usikan Kesehatan Mental

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Urusan kesehatan mental masih dianggap ringan oleh sebagian kelompok. Kali ini kita harus aware soal penanganan kesehatan tubuh mental ini.

kesehatan menta mencakup kesehatan emosional, psikologis, dan sosial. Kesehatan mental sangat istimewa pada setiap tahap kehidupan, dari kecil hingga masa.

Kesehatan moral memengaruhi bagaimana seseorang bekerja, merasakan, dan bertindak pada kehidupan sehari-hari. Kesehatan mental juga membantu seseorang dalam menangani stres, berhubungan secara orang lain, dan menghasilkan pilihan.

Usikan mental atau penyakit mental adalah gangguan serius yang bisa mempengaruhi pemikiran, mood, & perilaku seseorang. Terdapat banyak jenis dari gangguan mental dan isyarat yang bervariasi seperti anoreksia, depresi, gangguan kecemasan, usikan adiksi, skizofrenia, dan yang lain.

Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, jarang lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikopati. Beberapa penyakit mental cuma terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menggunakan ibu setelah melahirkan.

Penyebab Kesehatan Mental

(Foto: davidwolfe)

Beberapa penyebab umum dari gangguan mental, jarang lain: cedera kepala, faktor genetik atau terdapat tambo pengidap gangguan mental dalam keluarga, kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya, kekerasan pada anak ataupun riwayat kekerasan pada periode kanak-kanak, memiliki kelainan senyawa kimia otak atau kekacauan pada otak, mengalami segregasi dan stigma, mengalami kehilangan atau kematian seseorang yang sangat dekat, dan mengalami kerugian sosial, seperti masalah kekurangan atau utang.

Inilah 5 gejala umum gangguan mental:

1. Tidak nafsu dahar atau makan berlebih.

2. Mengalami insomnia atau terlalu banyak tidur.

3. Menjauhkan diri dari orang asing.

4. Berangkat mati rasa atau kurang empati.

5. Merasa selalu lelah walaupun sudah cukup tidur.

Dokter ahli tali jiwa atau psikiater akan mendiagnosis suatu gangguan mental secara diawali suatu wawancara medis dan wawancara psikiatri lengkap mengenai riwayat perjalanan gejala pada pengidap serta tambo penyakit pada keluarga pengidap.

Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dengan menyeluruh untuk mengeliminasi jalan adanya penyakit lain.
Gejala tersebut tetap kudu diperiksa oleh dokter dengan ahli menangani kesehatan moral. (*)