Bangkitkan Pariwisata di Kabupaten Malang, Demikian ini Adaptasi Kebiasaan Baru Pariwisata

TIMESINDONESIA, SEBAL – Pariwisata Kabupaten Malang terus diupayakan bangkit, meski saat ini masih dalam iklim pandemi Covid-19 yang belum sudah.

Upaya yang dilakukan salah satunya Disparbud Kabupaten Geruh terus mensosialisasikan adaptasi kebiasaan segar pariwisata kepada pengelola wisata dan termasuk wisatawan.

Disparbud Kabupaten Malang 2 Para peserta sosialisasi adaptasi kebiasaan baru. (Foto: Disparbud Kabupaten Malang for TIMES Indonesia)

Plt Sekretaris Disparbud Kabupaten Malang, Lani Masruroh SE MSi mengatakan adaptasi kebiasaan baru pariwisata di Kabupaten Malang harus berlandaskan 5M.

Yakni mencantumkan masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jeda, menjauhi kerumunan. Serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Saat ini semua kegiatan agar kira-kira dapat menerapkan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru. Biasanya, datang bersalaman sekarang tidak diperbolehkan. Harus mematuhi protokol kesehatan 5M terutama menjalankan masker, ” ujarnya Minggu (21/2/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, pihak pengelola obyek wisata juga harus adaptasi dengan tata cara baru. Termasuk juga menyediakan tumpuan prasarana pencegahan Covid-19.

“Thermo gun harus disediakan. Wisatawan perlu dicek suhu tubuhnya & menyediakan tempat cuci air mengalir. Tidak hanya itu, pengelola juga memiliki kewajiban mengingatkan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan, ” urainya.

Disparbud Kabupaten Malang 3 Para pemateri sosialisasi adaptasi kultur baru. (Foto: Disparbud Kabupaten Malang for TIMES Indonesia)

Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan oleh kedua belah pihak dengan penuh kesadaran. “Sebelum pandemi ini memang belum ada. Tapi, sekarang saat pandemi dilakukan penuh kesadaran untuk melindungi muncul sendiri dan orang lain, ” ucapnya.

Dia berniat Adaptasi Kebiasaan Baru Pariwisata Kabupaten Malang dilakukan dengan sebaik kira-kira agar tidak menimbulkan klaster perdana dan pariwisata benar-benar bisa hidup meski masih pandemi Covid-19. (*)