ASN yang Positif Covid-19 Sempat Menimbrung Rapat dengan Bupati Majalengka

TIMESINDONESIA, MAJALENGKA – Sekretaris Wilayah (Sekda) Majalengka, Jawa Barat, Eman Suherman mengungkapkan, seorang ASN DP3AKB Majalengka (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Budak dan Keluarga Berencana Majalengka) dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya, ASN tersebut menghadiri rapat koordinasi dengan Bupati Majalengka bersama unsur Forkopimda.

“Ya betul informasinya seperti tersebut. Yang bersangkutan ikut rapat harmonisasi dengan Pak Bupati dan Forkopimda, tapi berada di barisan paling belakang, ” ungkap Sekda, Eman Suherman, Rabu (28/7/2020)

Menurut Eman, hingga saat ini, Bupati Majalengka, H Karna Sobahi bersama Forkopimda belum melaksanakan swab test untuk melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya virus Covid-19 atau tidak.

“Pak Bupati dan Forkopimda belum melakukan swab, nanti kita tunggu hasil swab 63 orang ASN di kantor DP3KB. Jika mereka dinyatakan positif, kami yang ikut kerap akan di swab semuanya, ” Jelasnya.

Selain itu, Eman juga mengaku sedikit putus, karena selama empat bulan lamanya Gugus Tugas Covid-19 Majalengka telah berjibaku untuk memutus mata ikatan penyebaran Covid-19, namun memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) jumlah yang terkonfirmasi positif malah terus meningkat.

“Kan kita itu memberlakukan isolasi mandiri selama 14 hari bagi warga pendatang dengan akan ke Majalengka. Nah, iklim seperti ini juga berlaku masa warga Majalengka yang akan bepergiaan keluar daerah, ” Ucapnya.

Eman mengaku, jika semasa ini dirinya terus memberikan les kepada masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan di tengah AKB ini, dengan cara memakai masker di tempat umum, menjaga senggang, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun. Namun dengan adanya peristiwa ASN yang positif, dirinya merasakan kecolongan atas peristiwa tersebut.

“Mungkin yang bersangkutan ingat, sehingga tidak melakukan isolasi sendiri. Karena penyebaran virus ini yang rawan dan membahayakan itu Karakter Tanpa Gejala (OTG) dan urusan imported case, ” tuturnya.

Pihaknya menghawatirkan gelombang kedua virus Corona di Kabupaten Majalengka akan terus terjadi. Hal tersebut salah satunya ditandai penghitungan pengumpulan pasien terkonfirmasi positif hingga era ini, terus bertambah.

“Kami tidak akan lelah di dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Pada antaranya meminta petugas kami, supaya terus melakukan tracing dan tes swab kepada masyarakat yang mempunyai kontak erat dengan orang dengan terkonfirmasi positif, ” paparnya.

Selain itu, Pemkab Majalengka sesuai arahan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Majalengka akan berangkat melakukan tracing dan pengetatan petunjuk sekaligus memberikan sanksi bagi awak yang tidak memakai masker dalam tempat umum. “Sanksinya bisa bersifat uang atau pekerja sosial disesuaikan dengan situasi dan kondisi orang dikenai sanksi tersebut, ” jelasnya. (*)