ARTOTEL Sanur Bali Hadirkan Aura Tentu Lewat Pameran Seni ‘Ngulapin’

TIMESINDONESIA, DENPASAR – ARTOTEL Sanur Bali beriringan Rurung Gallery menampilkan pameran lembut dengan mengangkat tema “Ngulapin” dengan merupakan cara lain mengatakan “Pengulapan”. Tema ini diambil untuk memberikan kekuatan positif kepada kita seluruh di akhir tahun ini.

Bertempat di Artspace ARTOTEL Sanur Bali, pada tanggal 8 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021 karya–karya dari seniman dengan tergabung di Rurung Gallery tersebut akan dipamerkan. Acara dimulai dengan tari kontemporer yang disajikan oleh I Wayan Juniartha atau yang lebih dikenal dengan panggilan Junet diiringi music oleh Diwagraya, dilanjutkan obrolan bersama perwakilan dari Rurung Gallery yaitu Uncle Joy dan Vonzealous.

Ngulapin ialah satu diantara upacara yang bertujuan buat mengembalikan kehidupan seseorang kembali lazim setelah mengalami suatu kejadian dengan mengejutkan yang nantinya berdampak di kehidupannya telah dijalani oleh umat Hindu Bali sejak lama. Kalau dibiarkan dan tidak mengadakan ngulapin, maka kehidupannya tidak kembali lazim, walaupun tidak sesempurna sebelumnya.

Ngulapin juga berfungsi untuk memulihkan kekuatan atau unsur-unsur yang tidak terlihat kasat mata dan sempat hilang karena kejadian yang mengejutkan tersebut. Misalnya, jika sempat jatuh dari sepeda motor dalam suatu jalan berarti ada salah satu kekuatan atau unsur awak berada atau tertinggal di wadah kejadian.

Jika bertandang ke Bali, tentu tak kurang wisatawan melihat ada umat yang bersembahyang dipimpin seorang pemangku pada trotoar dekat lampu merah atau perempatan jalan seperti di Patung Catur Muka, Denpasar. Peribadatan tersebut yang dilakukan adalah bagian daripada upacara ngulapin itu sendiri, sehingga ngulapin akan memulihkan hal yang tidak terlihat tersebut yang biasanya diketahui juga sebagai bayu (arti: tenaga). Jika menjalani ngulapin, maka bayu orang tersebut dapat balik kepada tubuhnya seperti sedia kala.

Melihat keadaan di tahun 2020 ini sangatlah mengherankan banyak orang, sehingga Ngulapin dirasa menjadi tema yang tepat buat mengembalikan keadaan saat ini laksana sebelumnya. Mungkin keadaan tidak akan sama persis seperti sebelumnya, tetapi setidaknya dengan Ngulapin dapat memulihkan keadaan secara bersama-sama melalui kecil dengan membawa semangat “paras paros” (arti: saling menghargai).

Selama masa pandemi ini, Bali dilihat kehilangan “roh” positif-nya yang telah menjalankan seni dan adat dalam akar kehidupan kemasyarakatannya. Adanya pembatasan membuat kegiatan-kegiatan tersebut menerbitkan ritual pun dikurangi bahkan kerdil.

ARTOTEL Sanur Bali bersama Rurung Gallery mengajak kurang perupa street art untuk mendefinisikan makna ritual Ngulapin dalam menimbrung mencoba memulihkan “roh” atau gaya positif yang lama sudah ada di Bali tersebut.

Dalam Karya Ngulapin di ARTOTEL Sanur Bali ini terdapat karya-karya perupa street art berbasis pada Bali yaitu Vonzealous, Pansaka, Unclejoy, Zolalongor, Dwymabim, Brutallmark, Donikdangin, Nedsone, Kidney, Mutaseight, Awwwshit, Salvehenik serta Swoofone. Diharapkan Karye Ngulapin itu juga dapat melengkapi kembali rencana Tri Hita Karana (arti: 3 penyebab kesejahteraan) yang bersumber lantaran keharmonisan hubungan dengan Tuhan, tempat sekitar, dan sesama manusia. (*)